Hibiscus Petroleum Berhad, yang didirikan pada tahun 2007 dan berkantor pusat di Kuala Lumpur, Malaysia, berfungsi sebagai perusahaan induk investasi yang utamanya bergerak dalam eksplorasi, pengembangan, dan produksi minyak serta gas alam. Jejak operasionalnya mencakup berbagai segmen geografis: Malaysia (mencakup North Sabah, Kinabalu, dan aset lainnya), Commercial Arrangement Area, Inggris, Australia, dan Vietnam, di samping fungsi kepemilikan investasi dan manajemen grup. Di Malaysia, Hibiscus memegang kepentingan yang substansial, termasuk 50% saham dalam kontrak bagi hasil produksi North Sabah yang beroperasi di lepas pantai Sabah, dan 60% kepentingan di lapangan Kinabalu di lepas pantai Sabah. Perusahaan ini juga memiliki kepemilikan di lapangan PM305 dan PM314, yang terletak di lepas pantai timur Semenanjung Malaysia di Cekungan Melayu. Di Commercial Arrangement Area, perusahaan mengendalikan 35% kepentingan di lapangan PM3 CAA dan secara aktif mengelola output minyak bumi dari berbagai lapangan, termasuk Bunga Orkid, Bunga Pakma, Bunga Raya, Bunga Seroja, Bunga Kekwa, dan Bunga Tulip. Secara internasional, portofolionya di United Kingdom Continental Shelf mencakup kepentingan di lapangan minyak dan gas Anasuria Cluster yang sedang berproduksi, lapangan Marigold dan Sunflower, serta lisensi P2532, P2535, dan P2518. Selain itu, Hibiscus mengoperasikan lisensi produksi VIC/RL17 di Australia. Perusahaan juga memiliki 70% kepentingan di Blok 46 di Vietnam, sebuah aset tie-back yang terdiri dari lapangan Cai Nuoc yang sedang berproduksi dan lapangan Hoa Mai yang belum dikembangkan di wilayah maritim Vietnam. Di luar aset operasional langsungnya, Hibiscus juga berinvestasi, mengakuisisi, dan mengelola konsesi minyak dan gas, serta menyediakan manajemen proyek, layanan teknis, dan layanan terkait lainnya untuk sektor hulu minyak dan gas.